Mungkin banyak orang beranggapan kalo reuni adalah sesuatu hal yang menyenangkan, karena mereka dapat bertemu dengan teman-teman lama mereka dan berbagi cerita tentang pengalaman hidup mereka. Tapi tidak dengan gue, bagi gue reuni adalah hal yang paling killer selain digodain sama tante-tante saat naik BRT. Yaa, karena reuni adalah saat dimana gue harus ketemu sama mantan gue dan saat-saat dimana mantan gue bawa pacar barunya dan dikenalin ke temen-temennya, termasuk gue -__-. Selain itu, kalo lo ke reunian pasti lo bakal ditanya "Mana pacar lo?" atau gak, pasti lo bakal ditanya "Kapan nikah?" Sumpah pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan yang jawabnya lebih susah dibanding lo jawab soal trigonometri yang diberiin sama guru SMA lo, bahkan jauh lebih extrem daripada
disuruh nyolek pantat banci taman KB.
Setaun yang lalu temen-temen SMP gue ngadain reuni. Sebagai temen yang baik dan rajin menabung, maka gue pun mutusin untuk hadir dalam acara reuni itu. Saat itu status gue masih jomblo
(sekarangpun masih jomblo). Karena gue belum punya pacar, gue pun mutusin untuk ngajak temen cowok gue ke reunian tersebut. Sesampainya disana gue histeris karena disana gue adalah satu-satunya orang yang gak bawa pasangannya alias pacarnya dan yang bikin gue makin histeris adalah semua temen gue mandang gue dengan penuh rasa curiga karena gue adalah satu-satunya lagi yang bawa temen sesama jenis kesana...
Pertanyaan yang gue paling takutin dalam hidup gue pun akhirnya keluar dari mulut temen-temen gue yang baik hati itu,
"Mana Nang pacar lo? Itu?
(nglirik temen gue)"
Sebagai jomblo yang menyandang predikat siswa terpandai saat TK gue pun jawab pertanyaan itu dengan muka
pas-pasan sok pintar "Bukan bukan
(dia kan cowok -_-) Bukannya gue gak punya pacar, gue itu nyari cewek yang bener-bener sayang sama gue, yang mau nrima gue apa adanya bukan karena ada apanya. Percumah juga kan punya pacar kalo ujung-ujungnya nyakitin"
(ciye pesan moral). Setelah menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sedikit macho tadi, akhirnya gue pun pergi dari tempat itu, tempat yang seribu kali lebih mengerikan daripada tempat mangkalnya bapak-bapak pamakai rok mini dan daster belahan dada rendah... Sejak saat itu pula gue phobia sama yang namanya reuni --"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar